Jumat, 30 Maret 2012

Makalah Membaca

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt. serta salam selalu kami panjatkan kepada nabi Muhammad saw. karena berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini membahas lebih dalam mengenai bagaimana cara membaca cepat khususnya dalam penerapan teknik membaca skimming dan scanning .

Tidak dapat dipungkiri lagi membaca merupakan kegiatan yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari untuk memperoleh infomasi.

Sering kali orang hanya membaca saja dan tidak dapat mengambil suatu kesimpulan dengan cepat isi bacaan terkadang pula pembaca tidak begitu tahu tentang ide pokok bacaannya. Dalam makalah ini kami berusaha memaparkan kepada pembaca agar lebih mudah dalam menemukan ide pokok bacaan serta mempermudah dan mempercepat mencari suatu informasi.

Untuk mempermudah kita dalam membaca khususnya untuk memperoleh informasi secara cepat dan akurat dapat dilakukan dengan teknik membaca cepat yakni teknik membaca skimming dan scanning yang dijelaskan dalam makalah ini yang berkaitan dengan langkah-langkahnya.

Selain itu makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah membaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.

Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah ini.

PEMBAHASAN

Sebelum kita membahas tentang teknik membaca cepat yaitu Skimming dan Scanning, mari kita simak terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Membaca Cepat.

Membaca Cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat.

Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang, antara lain

  1. Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan, menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya.
  2. Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan.
  3. Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya.

Untuk meningkatkan kecepatan baca kita, pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan baca kita. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita. Rumusnya : (Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman.

Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut :

  1. Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm)

Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk

    • mengenal bahan-bahan yang akan dibaca
    • mencari jawaban atas pertanyaan tertentu
    • mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan
  1. Membaca dengan kecepatan tinggi (500 – 800 kpm)

Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk

    • membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya
    • membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya.
  1. Membaca secara cepat (350 – 500 kpm)

Biasanya digunakan untuk

    • membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif.
    • Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita.
  1. Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm)

Biasanya digunakan untuk

    • membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya.
    • Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail, mencari hubungan, atau membuat evaluasi ide penulis.
  1. Membaca lambat (100 – 125 kpm)

Biasanya digunakan untuk

    • mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya.
    • Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis
    • Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik
    • Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk).

Pernahkan Anda bingung menghadapi buku tebal atau tumpukan buku yang harus dipahami dalam waktu cepat. Hal ini biasanya dialami ketika kita menghadapi ujian sekolah/kuliah, membuat karya ilmiah, menyiapkan bahan presentasi, atau mempelajari dokumen-dokumen penting. Padahal waktu Anda sangat terbatas.

Rasanya tak mungkin buku itu bisa dibaca seluruhnya. Sementara Anda dituntut harus paham isi buku itu. Kondisi ini tak jarang membuat kita panik bahkan mungkin stress.

Tahukan Anda bahwa kekuatan mata manusia sangat luar biasa dalam menangkap simbol-simbol verbal dan non verbal dalam tulisan. Bahkan berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, mata kita mampu mengalahkan kamera secanggih apapun. Oleh karena itu sesungguhnya mata kita mampu menangkap cepat tulisan yang berupa simbol-simbol.

Potensi inilah yang biasa dikembangkan untuk memahami isi bacaan secara cepat atau sering disebut membaca cepat (speed reading).

Permasalahannya adalah apa kiat untuk melatih membaca cepat?

Dalam membaca cepat ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, antara lain:

  1. Hambatan membaca

Orang yang tidak mendapat bimbingan, latihan khusus membaca cepat, sering mudah lelah dalam membaca lkarena lamban dalam membaca, tidak ada gairah, merasa bosan, tidak tahan membaca buku, dan terlalu lama untuk bias menyelesaikan sebuah buku yang tipis sekalipun.

Yang termasuk kedalam hambatan membaca adalah sebagai berikut :

1. Membaca dengan bersuara (vokalisasi). Untuk menghilangkannya : tiuplah (bibir seperti bersiul) sementara membaca dan letakkan tangan di leher (tidak boleh terasa getaran).

2. Menggerakkan bibir. Untuk menghilangkannya : rapatkan bibir kuat-kuat, tekankan lidah ke langit-langit mulut atau mengunyah permen karet.

3. Menunjuk kata-demi kata dengan jari. Untuk menghilangkannya : kedua tangan memegang buku yang dibaca, memasukkan tangan ke dalam saku celana selama membaca.

4. Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan, seperti dilakukan semasa kanak-kanak, merupakan kebiasaan yang menghambat. Cara menghilangkannya : letakkan telunjuk jari ke pipi dan sandarkan siku tangan ke meja selama membaca. Apabila terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala itu, sadarlah dan hentikan gerakan itu.

  1. Model membaca cepat

Sebelum berlatih membaca cepat, kita harus paham beberapa model membaca cepat. Ada tiga model yang biasa digunakan dalam membaca cepat, yaitu:

  1. Model line by line

Model line by line atau sering disebut model garis per garis. Membaca model ini kata-kalimat dalam bahan bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir secara beurutan. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan yang relative baru (masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.

  1. Model Spiral

Membaca cepat Model Spiral. Ketika membaca kita tidak membaca seluruh isi bacaan, tetapi dibaca secara gigzag seperti spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita, sehingga kita mengimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.

  1. Model Melingkar

Model melingkar atau mencari kata kunci. Di sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tetapi dicari kata kunci (key word). Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran si pembaca. Model ini biasanya digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan. Milsanya membaca Koran, majalah, dll.

  1. Teknik Membaca Cepat

Ada dua macam teknik dalam membaca cepat, yaitu Skimming dan Scanning. Sesuai dengan topic yang akan dibahas dalam makalah ini.

TEKNIK MEMBACA SKIMMING DAN SCANNING

Sebuah buku dengan ketebalan 300 halaman, terdiri dari lebih kurang 350 ribu kata. Jika seseorang mahasiswa harus membaca beberapa judul buku untuk tiap mata kuliah, berapa lama ia harus menekuninya? Sepanjang sisa hidupnya tidak akan selesai.

Sesungguhnya, tidak setiap kata yang tercetak dalam sebuah buku itu harus dibaca, dan tidak detail buku harus dipelajari. Apa yang tercetak itu belum tentu benar dan belum tentu berharga untuk dibaca. Bahkan, sekalipun validitasnya telah diuji tidak dengan sendirinya lantas bermanfaat untuk kit abaca penting atau tidaknya apa yang tercetak itu bagi kita ditentukan oleh pertimbangan ini : apakah informasi dan gagasan yang ada itu penting dan relefan untuk kita? Apakah sesuai dengan tujuan kita membaca? Memang, adakalanya sebuah buku harus kit abaca secara keseluruhan, misalnya buku pegangan utama yang harus kita pelajari secara mendalam dan kita sendiri belum banyak mengetahui perihal yang dibahas di buku itu. Sementara untuk buku yang lain, suatu bagian ada kalanya perlu kita baca lebih dari satu kali secara mendalam, kita sesuaikan dengan kebutuhan kita akan tetapi, ada bagian lain yang harus kita lompati saja, karena tak aka nada gunanya jika kita baca. Cara membaca seperti itu apabila kita peraktekkan secara cerdik akan sangat besar manfa’atnya. Kita akan menyerap informasi dan gagasan dengan cepat dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan tujuan kita. Jurus membaca yang sangat ampuh untuk mengatur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil seperti itu ada dua, yaitu : Skimming dan Scanning.

A. Pengertian

SKIMMING : Cara membaca efisien

Yang dimaksud dengan skimming adalah tindakan mengambil intisari atau saripati dari suatu hal. Karena itu, Skimming bacaan bearti mencari hal-hal yang penting dari bacaan itu, yaitu ide pokok dan detail penting yang dalam hal ini tidak selalu dipermukaan (awal) tetapi terkadang ditengah atau didasar (bagian akhir).

Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu kita melacak informasi yang ingin kita ketahui secara mendalam. Untuk memperlancar proses skimming maka lakukanlah terlebih dahulu membaca daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, judul atau sub judul, serta kesimpulan. Dari bagian-bagian buku ini minimal kita bisa menafsirkan apa inti dari isi buku yang akan kita baca tersebut.

Banyak yang mengartikan skimming adalah sekadar menyapu halaman, sedangkan pengertian yang sebenarnya adalah suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk berbagai tujuan, seperti hal berikut :

  1. Untuk mengenal topic bacaan.
  2. Untuk mengetahui pendapat orang (opini)
  3. Untuk mendapat bagian penting yang kita perlu tanpa membaca seluruhnya
  4. Untuk mengetahui organisasi penulis , urutan ide pokok dan cara semua itu disusun dalam kesatuan pikiran dan mencari hubungan antar bagian bacaan itu.
  5. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca, misalnya dalam mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah.

Teknik ini biasanya dilakukan ketika kita mencari sesuatu yang khusus dalam teks. Sebagai gambaran teknik ini bisa diilustrasikan seperti kita mencari arti kata dalam kamus, atau mencari nomor telpon dalam buku telpon.

Yang dimaksud skimming adalah mencari hal-hal penting dari bacaaan. Fungsi skimming adalah:

  1. Untuk mengenali topik bacaan
  2. Untuk mengetahui pendapat/opini orang
  3. Untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan
  4. Untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara berpikir penulis.
  5. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca.

Langkah-langkah skimming :

  • Baca judul, sub judul dan subheading untuk mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut.
  • Perhatikan ilustrasi (gambar/foto) agar Anda mendapatkan informasi lebih jauh tentang topik tersebut.
  • Baca awal dan akhir kalimat setiap paragraf
  • Jangan membaca kata per kata.
  • Biarkan mata Anda melakukan skimming kulit luar sebuah teks.
  • Carilah kata kunci atau keyword-nya
  • Lanjutkan dengan berpikir mengenai arti teks tersebut

GERAK MATA DALAM SKIMMING

Mata bergerak di baris-baris pertama yang mengandung ide pokok bdari paragraph, kemudian melompat (skipping) dan berhenti (fixate) dibeberapa fakta, detail tertentu yang penting dan menunjang ide pokok. Detail penting dapat ditunjukan oleh tipografi, atau tanda-tanda rincian. Apabila kita membaca suatu topic yang menjadi perhatian kita, detail dan ide pokok itu seperti dengan sendirinya menjadi perhatian kita dan mudah mengenalinya.

Scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Sebagai gambaran nyata, teknik ini bias diilustrasikan seperti kita sedang membaca Koran, mencari judul-judul atau topic berita yang dianggap menarik.

Langkah-langkah scanning :

  • Perhatikan penggunaan urutan seperti ‘angka’, ‘huruf’, ‘langkah’, ‘pertama’, ‘kedua’, atau ‘selanjutnya’.
  • Carilah kata yang dicetak tebal, miring atau yang dicetak berbeda dengan teks lainnya.
  • Terkadang penulis menempatkan kata kunci di batas paragraf

Bacaan apa saja, baik itu buku, majalah, ataupun surat kabar harus kita baca sesuai dengan tujuan kita. Kita tidak boleh diperbudak oleh apa yang tercetak dengan membaca semua yang ada. Kita harus berani menjadi tuan, dan bacaan itulan yang menjadi budak kita, bukan sebaliknya. Anda perlakukan seturut dengan maksud anda. Jika anda tidak membutuhkan fakta-fakta dan ditailnya, maka lompati fakta dan detail itu dan pusatkan perhatian untuk cepat menguasai ide pokoknya. Maka gunakan teknik membaca Skimming. Sebaliknya, jika anda hanya membutuhkan suatu fakta tertentu saja, atau informasi tertentu saja, atau data statistic tertentu saja, misalnya, anda perlu melompati lainnya dan langsung mencari ke hal tertentu itu saja. Maka dalam hal ini digunakan teknik membaca Scanning.

Jika anda mempunyai alasan yang tepat untuk melompati suatu bagian atau beberapa bagian dari bacaan yang anda hadapi, anda tidak akan kehilangan arti, bahkan anda mendapat keuntungan, yaitu cepat menyelesaikan bacaan dan menjadi bersemangat membaca bahan lain yang dengan demikian anda cepat menguasai informasi dan gagasan lebih banyak lagi. Sekalipun sebelum ini barang kali anda belum mempelajari Skimming dan Scanning, pasti anda pernah melakukannya terutama disaat anda dalam ketergesahan. Cara ini akan amat bermanfaat sekali jika anda secara lebih sadar melakukannya dalam situasi apapun dan untuk bacaan apapun, baik buku, surat kabar, surat-surat bisnis maupun bahan-bahan lain.

1. Bagian yang dapat dilompati

Beberapa bagian yang dapat dilompati dapat diuraikan di bawah ini:

  1. Anda dapat melompati definisi, batasan tertentu atau keterangan dan detail yang telah anda ketahui dari buku lain, dan anda merasa telah cukup menguasainya. Akan tetapi, jangan melompati keseluruhan bagian itu, perhatikanlah barangkali ada yang mengandung gagasan baru, layangkanlah pandangan dengan kecepatan tinggi ke paragraph-paragraf itu, barangkali ada gagasan baru. Dan lambatkan pada bagian yang mengandung gagasan baru itu, atau bagian yang menarik dan berharga untuk dibaca.
  2. Anda dapat melompati bagian-bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan anda membaca. Misalnya, jika anda membaca suatu biografi dan anda membutuhkan pandangan politik orang tersebut, sedangkan bab pertama membicarakan detail kehidupannya di masa kecil, maka bagian ini dapat anda lompati.
  3. Adakalanya penulis dalam membuat analisis permasalahan mengawalinya dengan beberapa contoh. Jika anda telah membaca satu atau dua contoh dan anda merasa sudah cukup menangkap idenya, maka anda dapat melompati contoh lainnya.
  4. Ada juga penulis dalam mengawali bab baru menyajikan ringkasan bab sebelumnya. Jika anda baru saja membaca bab sebelumnya itu dan anda merasa cukup menguasainya, ringkasan itu dapat anda lompati.

2. Gerak mata dalam Skimming dan Scanning

Skimming dan Scanning bukanlah pekerjaan ringan. Kita harus bekerja keras, tidak boleh seenaknya atau santai dalam memperaktekan Skimming dan Scanning ini. Dengan demikian, daya guna cara membaca ini dapat kita rasakan.

SCANNING : Cepat menemukan Informasi

Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu infiormasi tanpa membaca yang lain. Jadi langsung ke masalah yang dicari, yaitu :

a. Fakta khusus

b. Informasi tertentu

Usaha untuk menemukan yang dicari itu, harus cepat dan akurat (100%). Dalam sehari-hari Scanning digunakan untuk :

  1. Mencari nonor telepon
  2. Mencari kata pada kamus
  3. Mencari Entri pada Indeks
  4. Mencari angka-angka statistic
  5. Melihat acara siaran TV
  6. Melihat daftar perjalanan

Jenis-Jenis Scanning

  1. Scanning Prosa

Scanning prosa maksudnya adalah mencari informasi topic tertentu dalam sebuah bacaan, yaitu dengan mencari letak di bagian mana dari tulisan itu yang memuat informasi yang dibutuhkan. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Anda mesti mengetahui kata kunci yang menjadi petunjuk (clue Words). Misalnya, untuk mengetahui suatu penduduk daerah tertentu dengan kata kunci : sukses, demografi, kependudukan, pemukiman, dan lain-lain.
  2. Kenali Organisasi tulisan dan struktur tulisan, untuk memperkirakan letak jawaban. Lihat juga gambar, grafik, ilustrasi, table, tentunya jika ada hubungannya maka akan ada. Cobalah cari pula melalui daftar isi dan indeks.
  3. Gerakkan mata secara sistematik dan cepat : seperti anak panah, langsung ketengah dan meluncur ke bawah atau dengan cara pola-S atau Zigzag
  4. Setelah menemukan tempatnya, lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran apa yang anda cari.
  1. Scanning Informasi Topik tertentu

Untuk menulis suatu masalah yang akan menjadi suatu artikel yang utuh, atau suatu bagian dari buku, seorang penulis tidak dapat hanya mendasarkan diri pada satu sumber. Untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topic tertentu, seorang penulis tidak perlu membaca seluruh bagian buku, tetapi cukup dengan scanning, menemukannya melalui daftar isi dan indeks, serta alat-alat visual, seperti grafik. Lokasi atau letak topic tertentu harus cepat ditemukan dengan mengantisipasi beberapa kemungkinan. Pencariaan itu harus cepat sekali dilakukan sehingga kita dapat beralih dari satu buku ke buku-buku yang lainnya.

  1. Scanning Kata di Kamus

Sementara membaca, jangan terlalu cepat melihhat kamus apabila menemui kata sulit karena selain mengganggu konsenterasi juga memperlambat membaca. Sedapat mungkin dikaitkan dalam konteks yang ada, tetapi apabila kata itu sangat vital untuk paragraph yang bersangkutan, dan ternyata sulit umtuk ditemukan dalam konteks, maka tidak ada salahnya dilihat dalam kamus.

Usahakan suatu kali mempelajari terlebih dahulu kamus yang anda miliki. Kamus biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi dan tambahan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Jurus membaca yang sangat ampuh untuk mengatur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil dapat dilakukan dengan teknik membaca Skimming dan Scanning.

Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaan umum isi buku. Fungsi skimming adalah

a. Untuk mengenali topik bacaan

b. Untuk mengetahui pendapat/opini orang

c. Untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan

d. Untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara berpikir penulis.

e. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca.

Langkah-langkah skimming :

  • Baca judul, sub judul dan subheading untuk mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut.
  • Perhatikan ilustrasi (gambar/foto) agar Anda mendapatkan informasi lebih jauh tentang topik tersebut.
  • Baca awal dan akhir kalimat setiap paragraf
  • Jangan membaca kata per kata.
  • Biarkan mata Anda melakukan skimming kulit luar sebuah teks.
  • Carilah kata kunci atau keyword-nya
  • Lanjutkan dengan berpikir mengenai arti teks tersebut

Scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Langkah-langkah scanning :

  • Perhatikan penggunaan urutan seperti ‘angka’, ‘huruf’, ‘langkah’, ‘pertama’, ‘kedua’, atau ‘selanjutnya’.
  • Carilah kata yang dicetak tebal, miring atau yang dicetak berbeda dengan teks lainnya.
  • Terkadang penulis menempatkan kata kunci di batas paragraf

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bpkpenabor.or.id/

www.imprescholteacha.bogspot.com

http://suherlicentre.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar